Tekan Kematian Akibat Covid-19 di Bali

Beranda Berita Tekan Kematian Akibat Covid-19 di Bali
Dinkes Kumpulkan DPJP

Untuk mengantisipasi angka kematian Covid-19 yang semakin meningkat di Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan Rapat Koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dan semua  layanan Covid-19, Senin 23 Nopember 2020 secara virtual.

Rapat tersebut dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Kadek Iwan Darmawan.

Dalam pembukaan rapat mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Iwan menyampaikan pesan Kadiskes Bali bahwa sampai saat ini ada gejala meningkatnya tingkat kematian pasien Covid-19 di Bali.

“Saya mohon sharing dari Tim Covid -19 RSUP Sanglah selaku tim support dalam menyikapi hal tersebut. Selain itu adanya surat Kementerian pariwisata agar Bali membuka kawasan Nusa Dua serta  surat tim Covid-19 pusat yang mengharapkan Bali harus menyelesaikan Tes Swab VCR sebanyak 30.000 lebih dari Desember 2020 – Januari 2021. Ini harus kita sikapi serius”, katanya.

Direktur Pelayanan Jasa RSUP Sanglah dr karyawati menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang saat ini terjadi di Sanglah, dimana jumlah pasien berkurang, akan tetapi justru pasien yg berat-berat datang dirujuk. 

RSUP Sanglah, ungkap dr. Karyawati selalu menerapkan pedoman yang dikirim kemenkes terkait Covid-19. 

“Kami selalu mendapatkan pengawasan ketat dari BPK terkait berbagai tindakan medis yang diambil. Sehingga kita pun sangat berhati-hati dalam melakukan tindakan medis. Karena setiap langkah yang kami lakukan selalu ditanya BPK dasar melakukan tindakan”, katanya.

Oleh sebab itu, dr. Karyawati pun memberikan kesempatan kepada Ketua Tim Medis Covid-19 RSUP Sanglah dr. Gede Ketut Saji Nariasa memaparkan semua langkah yang dilakukan RSUP Sanglah dalam memberikan pelayanan bagi pasien.

dr. Saji Nariasa pun menjelaskan semua langkah yang dilakukan RS Sanglah dalam menangani pasien Covid-19.

“Memang apa yang kita lakukan di RS Sanglah selalu berpedoman pada panduan Penanganan COvid-19 revisi 5. Dan itu dilakukan secara sistematis”, katanya.

Lebih lanjut, dr. Saji Nariasa juga menjelaskan langkah teknis yang harus menjadi fokus penanganan pasien.

“Memang dalam menangani pasien, kita juga harus tetap mengklasifikasikan kondisi pasien tersebut. Dan itu dilakukan secara teliti. Dan tentunya kembali pada buku acuan revisi 5”, katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)