Satukan Persepsi Tangani Covid-19

Beranda Berita Satukan Persepsi Tangani Covid-19
Kadiskes dan Kalaksana BPBD Provinsi Bali Kumpulkan Tim Covid-19

Untuk menyamakan persepsi dalam penanganan Covid-19 di Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM mengajak semua tim Covid-19 di Provinsi Bali tetap kompak dalam memberikan penanganan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan saat membuka pertemuan koordinasi Tim Covid-19 secara virtual, yang dipusatkan di Ruang Rapat Cempaka Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin, 31 Agustus 2020.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kalaksana BPBD Provinsi Bali, Dinas Kesehatan kabupaten kota dan Rumah Sakit rujukan covid-19 kabupaten/kota. Dalam pertemuan tersebut, dr. Suarjaya kembali menghimbau semua tim Covid-19 Bali tetap kompak dalam memberikan penanganan kepada pasien yang terpapar Covid-19. “Saya berharap, penanganan masyarakat yang terpapar Covid-19 dilakukan secara efektif dan responsif”, katanya.

Dokter Suarjaya pun menegaskan kembali, untuk menangani masalah covid-19, semua pihak harus tetap bersatu padu serta melakukan penanganan secara baik. Sehingga hasilnya akan tetap baik. “Kita harus melakukan koordinasi secara terus-menerus. Kalau ada permasalahan, hendaknya dipecahkan bersama. Dan kita harus tetap melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang telah disepakati bersama”, paparnya.

Saat itu, Kadiskes juga mengenalkan Rumah Sakit Rujukan baru Covid-19, yaitu Rumah Sakit Bangli dan Rumah Sakit Karangasem. Juga, lanjut dr Suarjaya, mulai 1 September 2020, RSBM menambah 40 Tempat Tidur untuk menangani Pasien Covid-19.

Dokter Suarjaya menambahkan, untuk kantor yang ada kasus positif Covid-19, maka penggunaan protokol Kesehatan harus ketat. “Ini harus kita lakukan secara lebih ketat. Karena untuk kantor yang ada kasus positifnya, hendaknya dilakukan penanganan serius. Sehingga kasus Covid-19 ini tidak menimbulkan keresahan di masyarakat”, ungkap beliau untuk menyamakan persepsi dalam penanganan Covid-19 di kantor.

Di sisi lain, banyak masukan yang disampaikan dalam rapat tersebut, diantaranya dari RSU Tabanan, dr Suratmika, yang mengusulkan agar Tim Covid-19 lebih menegakkan aturan protokol kesehatan untuk mencegah covid-19 di Tabanan. Dari Bapelkesmas juga menyampaikan bahwa ada 224 orang dari karantina yang siap donor darah. Selain itu, Mariani mengungkapkan sebanyak 1036 masyarakat yang dikarantina dinyatakan sehat.

Sedangkan dr. Basudewa Direktur RSJ Provinsi Bali mengatakan salut dengan kinerja RS Sanglah yang melakukan analisis terhadap pasien yang ditanganinya, serta mengadakan pemilahan terhadap pasien yang ditangani di Sanglah. dr. Basudewa juga mengusulkan agar semua RS yang ada di Bali mulai lebih tegas menggunakan aturan penanganan pasien.

“Dengan adaya pemilahan pasien, menandakan Kita selaku Tim Covid sudah sangat siap dengan berbagai konsekuensi lapangan. Dan ini akan membuat situasi masyarakat semakin kondusif. Selain itu, kita juga berikan edukasi pada masyarakat, bahwa bagi pasien covid-19 yang tidak parah, maka diharapkan keluarga bisa merawat di rumah masing-masing dengan menggunakan protokol kesehatan yang benar”, ungkapnya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • Peresepsi Covid-19
  • Perserta Pertemuan Covid-19