Perangi Stunting di Bali

Beranda Berita Perangi Stunting di Bali

Dinkes Bali Gelar Pelatihan Khusus perangi stunting

“Untuk perangi stunting di Bali, Kita harus mewujudkan aktivitas melalui langkah nyata. Diantaranya adalah melatih kader yang akan terjun ke lapangan untuk memberikan Konseling terkait pemberian makan Bayi dan Anak. Pelatihan ini Harus dilaksanakan dengan protokol Kesehatan ketat. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang sedang marak saat ini”, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, saat membuka Acara Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Angkatan I di Grand Mirah Boutique Hotel, Jalan Kaliasem No. 1 Denpasar, Senin 2 Nopember 2020.

Dokter Suarjaya juga menyampaikan bahwa stunting saat ini merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus untuk ditanggulangi. Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskian dan pola asuh tidak tepat, yang mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal, mudah sakit dan berdaya saing rendah, sehingga bisa terjebak dalam kemiskinan.

“Untuk mengatasi stunting, masyarakat perlu dididik untuk memahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita, dan Indonesia fokus kepada 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu terhitung sejak konsepsi sehingga anak berusia 2 tahun”, katanya.

Bisa dikatakan, lanjut dr. Suarjaya, masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Secara tidak langsung juga dipengaruhi pola asuh, sanitasi, ketersediaan dan konsumsi pangan beragam, sosial ekonomi, budaya, dan politik.

Salah satu rekomendasi dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding, ungkap dr Suarjaya adalah dengan memberikan pola makan terbaik bagi bayi dan anak sejak lahir sampai umur 24 bulan, yaitu menyusui segera dalam waktu satu sampai dua jam pertama setelah bayi lahir (Inisiasi menyusu Dini/IMD), menyusu secara eksklusif sejak lahir sampai bayi umur 6 bulan, mulai memberikan makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan; dan tetap menyusui sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.

Sementara itu, menurut Koordinator pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Kesmas, Dian Nardiani, SKM, M.Kes, acara ini diikuti oleh Kader yang direkomendasikan oleh Kepala Dinas Kesehatan 9 Kabupaten/Kota.

“Kita terus melaksanakan kegiatan, tentunya tetap mengedepankan Protokol Kesehatan, sehingga terhindar dari Covid-19. Dan peserta juga kita harapkan menyiapkan kelengkapan administrasi, sehingga semua aktivitas ini bisa berjalan sesuai harapan”, katanya.

Dian Nardiani juga menegaskan, pelatihan PMBA ini berlangsung dengan 3 angkatan. Angkatan I dilaksanakan pada Senin, 2 Nopember – Jumat, 6 Nopember 2020. Angkatan II berlangsung Sabtu 7 Nopember 2020 –Rabu 11 Nopember 2020. Dan angkatan III berlangsung Kamis, 12 Nopember – 16 Nopember 2020. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

perangi stunting
Peserta Pertemuan Dalam Rangka Perangi Stunting di Bali Berlangsung Dalam 3 Angkatan