Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Olah Raga

Beranda Berita Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Olah Raga

“Untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan, saat ini kita harus mengajak semua komponen untuk menerapkan protokol Kesehatan secara ketat tak terkecuali dalam kegiatan olah raga“, kata Kepala Dinas Kesehatan dr. Ketut Suarjaya, saat mengisi hari kedua Jumat, 7 Agustus 2020 dalam acara pertemuan orientasi kesehatan olah Raga yang dilaksanakan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali secara Virtual.

Dokter suarjaya mengungkapkan, saat ini Dinas Kesehatan sedang berjuang agar semakin sedikit masyarakat terkena Covid-19. “Kita memang terus melaksanakan pencegahan serta selalu mengumandangkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan benar, dalam setiap tananan kehidupan”, katanya.

Kegiatan olahraga pada pelayanan kesehatan bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani yang diselenggarakan secara terpadu dan menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative. “Nah saat pandemic ini, semua itu harus melalui proses penerapan protokol kesehatan yang benar”, katanya.

Program kesehatan olahraga lebih banyak terintegrasi dengan upaya kesehatan lainnya baik upaya kesehatan esensial maupun pengembangan dan sudah banyak dilakukan oleh Puskesmas. Misal : pembinaan kelas ibu hamil, penjaringan anak sekolah, pembinaan Posyandu dan Program Prolanis. “Sehingga kita harus tetap waspada dengan penyebaran Covid-19”, katanya.

Selain itu, peran puskesmas adalah melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan, membuat pencatatan dan melaporkan melalui SITKO (online maupun offine), Data dapat divalidasi kebenarannya dengan data terkait lainnya, mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi Puskesmas dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah kerjanya, tegasnya.

Selanjutnya materi diisi pejabat Fungsional Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang lebih memaparkan konsep teknis pelaksanaan Kebugaran Jasmani serta Olah Raga. Dimana konsep tersebut dilaksanakan mulai dari pencatatan, pelaksanaan, sampai pada evaluasi kegiatan yang dilakukan.

Pada setiap kegiatan, dilakukan penilaian terkait manfaat pada aktivitas tersebut. Dimana manfaat itu akan menjadi evaluasi teknis dalam kegiatan lebih lanjut. (Kesling Kesjaor dan Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)