Pekerja Migran Asal Bali Dikarantinakan

Beranda Berita Pekerja Migran Asal Bali Dikarantinakan
I Wayan Widia, SKM, M.Kes : Kita Siap Terima PMI dan Mengkarantinanya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Minggu 22 Maret 2020, Pemerintah Provinsi Bali rencananya menerima 205 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang pulang ke beberapa wilayah tempat tinggalnya di Bali. “Ternyata kedatangan mereka bertahap. Pada Minggu, 22 Maret pukul 20.00 wita, sebanyak 8 orang datang dan diarahkan Satgas Covid 19 ke Balai Pelatihan dan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali,  Banjar Tangtu Jl. By Pass Prof. Ida Bagus Mantra Denpasar. Meskipun demikian, kita senantiasa siap, demi keselamatan dan Kesehatan Krama Bali semuanya”, kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Widia, SKM,M.Kes saat dihubungi Senin (23/3).

Lebih lanjut, I Wayan Widia menuturkan,Senin (23/3) pukul 00.01 wita – 02.15 Wita, PMI pun datang lagi sebanyak 18 orang. Mereka datang secara bergelombang. Hal itu dibenarkan Kepala UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Ni Wayan Mariani, SKM, M.Kes didampingi Kasie Penyelenggara Diklat Bapelkesmas Ni Kadek Parwati, SKM, M.Kes.

Ni Wayan Mariani mengungkapkan, Bapelkesmas merupakan salah satu tempat yang siap menampung PMI tersebut, sesuai dengan kesepakatan hasil Rapat Koordinasi Satgas Covid 19 sebelumnya. “Kapasitas kami di Bapelkesmas adalah 112, dan siap mengkarantina PMI yang rencananya akan datang lagi malam ini”, katanya.

Mariani pun mengatakan, PMI yang datang tersebut juga sudah diberikan pemahaman tentang Covid 19 oleh Sekretaris Satgas Covid 19 Drs. I Made Rentin, AP, M.Si pada pukul 14.00 wita sampai selesai. “Sekretaris Satgas Covid 19 berharap agar Pekerja Migran Indonesia tetap tenang menjalani proses karantina di Bapelkesmas. Acara ini dihadiri Kapolsek Denpasar Timur, Camat, Kepala Desa dan Kepala Dusun Banjar Biaung Kesiman. Secara fisik, PMI yang datang kelihatan sehat semua. Tapi tentunya mereka harus mengikuti prosedur karantina”, imbuh Mariani.

Seperti pemberitaan sebelumnya untuk kesiapan proses karantina Satgas Covid-19 Provinsi  Bali mengadakan rapat Koordinasi, diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan aparat setempat seperti Danramil 1611/01 Denpasar Timur, Perbekel Kesiman Kertalangu dan Kepala Dusun Banjar Biaung, Minggu (22/3) pukul 14.30 wita – selesai.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Satgas Covid 19 telah menyiapkan tempat karantina bagi Pekerja Migran ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu disampaikan Ketua Satgas Covid 19 Dewa Made Indra didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Ketut Suarjaya, MPPM.

Beberapa tempat yang disepakati untuk menampung sementara para pekerja tersebut adalah Bapelkesmas Banjar Tangtu, Jl. By Pass Prof Mantra, BPSDM Jl. Hayam Wuruk Denpasar, Balai Latihan Perhubungan Batubulan dan lain-lain. Satgas juga sudah menyiapkan skema penjemputan para pekerja migran ini dari Bandara dengan melibatkan semua stakeholder. Sehingga semuanya menjalani pemeriksaan sesuai dengan protap dan akan ditempatkan di tempat karantina yg telah ditetapkan.

Diharapkan dalam waktu dekat, bantuan rapid test akan datang. Sehingga para pekerja migran dan masyarakat lainnya bisa melaksanakan test. Yang hasilnya negatif bisa pulang.

Sebelumnya, Kasatgas Covid 19, Dewa Made Indra, Sabtu 21 Maret 2020 menegaskan bahwa Perkembangan kasus Covid-19 di Bali sampai hari ini (Sabtu (21/3-red), kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang ditangani berjumlah 95 orang ditambah 5 orang (melapor ke RS dan sudah mendapat perawatan sesuai prosedur penanganan).

Sampel yang sudah keluar dari hasil uji laboratorium sebanyak 71, 68 orang dinyatakan negatif dan sudah keluar dari rumah sakit, dan tiga (3) orang positif ini adalah klarifikasi dari pernyataan kemarin.

Sekretaris Daerah Dewa Made Indra juga mengklarifikasi jumlah positif Covid-19 di Bali yang diumumkan sebelumnya berjumlah 4 orang (2 WNA dan 2 WNI), menjadi 3 orang positif Covid-19 (2 WNA sudah meninggal dan 1 WNI masih dalam perawatan). Dua (2) orang sudah meninggal WNA, satu orang sudah di kremasi dan satu orang lagi jenasah masih di RS, dan saat ini pihak rumah sakit dan Pemerintah sedang melakukan koordinasi dengan pihak Konsulat Jenderal Negara WNA dan pihak keluarganya tersebut untuk mendapat kesepakatan penanganan jenasah selanjutnya.

Sementara, 1 orang positif Covid-19 (dari data sebelumnya 4 orang) merupakan seseorang yang sebelumnya sempat bertugas di Bali, dan saat ini sudah kembali ke daerahnya. Yang bersangkutan mengalami gejala demam dan memeriksakan diri di rumah sakit tempat tinggalnya (daerahnya), sehingga dari hasil lab yang didapat positif maka dia masuk ke daftar kasus Covid-19 di daerahnya.

Kemudian, Sample yang belum keluar sebanyak 24 orang menunggu uji laboratorium dan masih dirawat di RS, jika hasil laboratorium keluar dan dinyatakan negatif, maka mereka akan diperbolehkan pulang dari RS. Terkait pasien positif Covid-19 (WNA) diterangkan bahwa yang bersangkutan pada waktu kejadian menaiki kendaraan dan berhenti dipinggir jalan, kemudian diantar ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan dengan hasil awal pasien menderita sakit jantung. Selain melakukan pemeriksaan terhadap riwayat sakit pasien, Tim dokter juga melakukan test berkelanjutan, samplenya diambil dan diuji laboratorium dengan hasil positif Covid-19.

Perkembangan dari penelusuran yang sempat kontak dekat dengan pasien Covid-19 WNA meninggal ini, maka didapat sebanyak 199 orang (pada tanggal 20 Maret), dan jumlah ini bertambah 18 orang (pada tanggal 21 Maret) sehingga total jumlah kontak yang pernah dekat dengan pasien positif Covid-19 (WNA) menjadi 217 orang, dan saat ini Tim Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan berkelanjutan kepada orang orang hasil penelusuran tersebut. Bekerjasama dengan pihak Tim Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota juga sudah melakukan komunikasi, edukasi dan isolasi sekaligus karantika dirumah masing masing dan mengikuti protokol isolasi diri.

Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali juga sudah bersurat kepada Kodam IX-Udayana, Polda Bali dan KOREM 163 Wirasatya serta Kabupaten/ Kota se-Bali untuk mengaktivasi seluruh desa untuk aktif terlibat memberikan edukasi dan koordinasi kepada masyarakatnya untuk turut melindungi diri dan melakukan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing yang dimulai dari lingkungan rumahnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Satgas Covid-19 juga sudah bersurat kepada Majelis Desa Adat (MDA) dan Bendesa Adat se-Bali untuk melakukan disinfeksi massal serentak pada hari pengerepukan Nyepi (24 Maret mendatang) tepat pada sore hari, sekaligus menghimbau untuk turut mengaktivasi posko penanganan virus corona di Desanya masing-masing.

Selanjutnya, Tim Satgas Covid-19 juga menyiapkan tempat karantika bagi warga migran (tenaga kerja luar Bali yang kembali ke daerahnya) terutama yg berasal dari negara yang terjangkit, dan Bali berupaya menyiapkan tempat karantina di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, selain juga diberlakukan jalur khusus domestik di Bandara Ngurah Rai bagi PMI dan pelaut-pelaut yang pulang dari luar negeri. Sekda Dewa Indra juga menghimbau agar semua pihak tidak menyebarkan berita yang tidak jelas asal usulnya yang datang dari sumber tidak resmi, agar tidak membuat panik banyak orang dan mengganggu ketenangan masyarakat luas.

Semua pihak diharapkan berkontribusi untuk mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk belajar, bekerja dan melakukan aktivitas dari rumah saja, serta mengurangi aktivitas diluar rumah, hal ini sebagai salah satu upaya untuk memotong penyebaran virus Covid-19. Dengan sikap tenang dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus dengan menjaga kebugaran tubuh kita, niscaya kita semua akan mampu melewati serangan virus corona ini, tandas Dewa Indra dalam siaran pers nya, Sabtu (21/3), di Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • Kadiskes Bali
  • Peralatan Danramil 1611/01 Covid 19
  • Pekerja Migran
  • Koordinas Satgas Covid 19