Kesehatan Jasmani dapat Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Beranda Berita Kesehatan Jasmani dapat Tingkatkan Daya Saing Bangsa

“Kita harus menyampaikan kepada masyarakat betapa pentingnya kesehatan Jasmani tersebut”, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM, saat membuka sekalius menjadi narasumber acara pertemuan Orientasi Kesehatan dan Olah Raga yang dilaksanakan Bidang Kesehatan Masyarakat secara Virtual, Kamis, 6 Agustus – Jumat, 7 Agustus 2020 yang dipusatkan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Pada hari pertama kegiatan, menghadirkan 2 pembicara, yaitu Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan provinsi Bali, Dian Nardiani, SKM,M.Kes. Pada pemaparan pertama, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan, Kesehatan kerja merupakan upaya pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. “Mengingat upaya ini akan mengurangi biaya kesehatan yang akan ditanggung diri sendiri, keluarga maupun pemerintah. Dimana Pekerja mempunyai peranan penting sebagai tulang punggung keluarga, penggerak ekonomi bangsa dan yang paling penting lg pekerja adalah pencetak penerus bangsa”, katanya.

Dokter Ketut Suarjaya juga mengungkapkan, penerus bangsa ini adalah anak-anak yang berada di sekolah. Agar anak2 kita terhindar dari PTM yang dapat membebani keluarga maupun pemerintah perlu menciptakan anak2 yang sehat, bugar dan cerdas. “Saya bisa berikan gambaran bahwa pengeluaran biaya kesehatan terbesar di Indonesia diperuntukkan penyakit tidak menular yang dapat diupayakan pencegahannya. Seperti Jantung, stroke, ginjal, diabetes dan lain-lain”, paparnya.

Pemerintah melakukan berbagai upaya melalui berbagai kebijakan, diantaranya melalui program UKS. “Melalui TRIAS UKS salah satu programnya adakah bagaimana membuat anak untuk bergerak melalui peningkatan AF,LF dan OR yang BBTT dan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan jasmani anak dan dapat diimplementasikan di sekolah”, katanya.

Dokter Suarjaya juga menyampaikan, Arah dan Kebijakan RPJMN Tahun 2020 – 2024 pada agenda pembangunan ke 3 berupa meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing dengan meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Salah satu strategi pencapaian indikator adalah melalui pembudayaan perilaku hidup sehat melalui gerakan masyarakat hidup sehat. Untuk itu diperlukan upaya yang terstruktur, sistematis dan masif dalam meningkatkan aktivitas fisik masyarakat untuk mendorong penurunan PTM dan berdampak terhadap pencapaian tujuan pembangunan SDM sesuai dengan arahan Presiden”, katanya.

Sesuai dengan Inpres No. 1 Tahun 2017, ungkap dr. Suarjaya, perlu dikembangkan pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yaitu Peningkatan Aktivitas Fisik, Penguatan Edukasi dan Perilaku Hidup Sehat, Penyediaan Pangan Sehat dan Perbaikan Gizi, Peningkatan Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit serta Peningkatan Kualitas Lingkungan”, katanya.

Pada pesan Peningkatan Aktivitas Fisik untuk mendukung kesehatan jasmani, kegiatan yang dilakukan, lanjut Kepala Dinas Kesehatan ini, diantaranya aktivitas fisik 30 menit setiap hari, Peregangan di tempat kerja, melakukan olahraga di tempat kerja minimal 1 kali dalam seminggu, jalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja dan melakukan olahraga pada saat di rumah.

Dokter Suarjaya pun menjabarkan 5 Arah Kebijakan Kesehatan Kerja dan Oleh Raga, diantaranya Membangun masyarakat yang sehat bugar dan produktif dengan menitikberatkan upaya promotif dan preventif, Memperkuat kemitraan dan pemberdayaan masyarakat, Penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga secara bertahap, terpadu dan berkesinambungan, Pengembangan program kesehatan kerja dan olahraga melibatkan LP/LS, dunia usaha, swasta dan masyarakat dan Penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga sesuai standar profesi, standar pelayanan, dan SPO.

Sasaran Program Kesehatan Kerja dan Olah raga sesuai siklus kehidupan dimulai dari Ibu Hamil, Bayi, Balita, Anak sekolah, usia produktif dan lansia. Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan olah raga dilaksanakan sesuai dengan kemampuan puskemas dan masyarakat di wilayah kerjanya. Pemaparan selanjutnya diisi oleh Kabid Kesmas dengan teknik latihan fisik, teknik awal dan bagaimana melakukan latihan fisik serta evaluasi program. (Kesling Kesjaor dan Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)