Kadiskes Tegaskan Pentingnya Pelayanan PPB bagi Bayi dan BHD bagi Tenaga Kesehatan Bali

Beranda Berita Kadiskes Tegaskan Pentingnya Pelayanan PPB bagi Bayi dan BHD bagi Tenaga Kesehatan Bali

“Pelayanan Pijat Baduta (PPB) sangat penting dilakukan. Karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selama neonatal, bayi dan dibawah dua tahun (baduta)”, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Yankes, dr I Kadek Iwan Darmawan, MPH. Saat membuka acara Pelatihan Bagi Bidan Dalam Pelayanan Pijat Baduta untuk tumbuh kembang anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan Bantuan Hidup Dasar ( BHD) Bagi Tenaga Kesehatan di Bali, Senin 8 Pebruari lalu.

Lebih lanjut, dr. Ketut Suarjaya melalui sambutannya juga menjelaskan bahwa Pijat Baduta (PPB) adalah salah satu stimulasi yang direkomendasikan oleh IDAI dan Ditjen Kestrad Kemenkes. Sehingga sangat dibutuhkan peningkatan kesehatan Baduta dengan SDIDTK dilaksanakan oleh orang tua sendiri sehingga Tenaga Kesehatan dapat memberi motivasi dan melatih para orang tua dalam stimulasi tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilaksanakan pada 8-9 Pebruari 2021.

Sementara itu, lanjut dr. Iwan Darmawan saat membacakan sambutan Kadiskes Provinsi Bali, Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD)  juga diperlukan untuk tenaga kesehatan. Karena saat ini masyarakat Indonesia sudah sangat sering dihadapkan pada situasi krisis kesehatan. “Dengan adanya krisis kesehatan mengakibatkan kondisi gawat dan darurat yang dapat menyebabkan orang mati, sakit parah atau cacat bila tidak segera diambil tindakan segera. Kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Kejadian ini dapat berupa suatu insiden kecil atau suatu bencana yang melibatkan penderita dalam jumlah besar. Oleh karena itu dibutuhkan kesigapan tenaga kesehatan dalam menolong korban, diantaranya yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup Dasar. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang terlambat dan tidak sesuai dengan prosedur, akan mengakibatkan gagalnya upaya penyelamatan terhadap korban,”kataya.  Kegiatan ini lanjut dr Iwan dilaksanakan on class pada tanggal 10 s/d 11 Februari 2021. 

Kedua kegiatan ini, diselenggarakan UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali,  pada tanggal 8 s/d 11 Februari 2021,secara Blanded Learning, yaitu kombinasi pelatihan dengan metode on line dan pelatihan dengan metode tatap muka langsung (on class).  Kegiatan on line dilaksanakan pada tanggal 8 s/d 9 Februari 2021, secara virtual dengan menggunakan zoom meeting. Kegiatan tatap muka langsung (on class) dilaksanakan karena peserta membutuhkan peningkatan keterampilan praktek pijat baduta dan praktek Bantuan hidup Dasar. 

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali karena pada kondisi Pandemi Covid 19 masih berupaya melakukan pelatihan-pelatihan yang sangat berguna untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan khususnya yang bertugas di puskesmas.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali  juga berpesan pada peserta pelatihan, agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, tumbuh kembangkan loyalitas dan disiplin saudara serta hindari niat dan perbuatan yang dapat merusak citra ASN. Pelihara sikap demokratis dan kerjasama antar sesama peserta, panitia penyelenggara dan para Widyaiswara serta jangan mudah diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin dan Pelatihan  ini dapat dijadikan sebagai wahana tukar menukar pikiran, pengalaman, dan diskusi serta komunikasi untuk menambah wawasan yang dapat menunjang kelancaran tugas. 

Di sisi lain, Kepala UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Parwati selaku Ketua Panitia kegiatan menyampaikan, peserta pelatihan PPB dan BHD berasal dari Puskesmas seluruh Kabupaten/Kota Se Provinsi Bali, yaitu dari Kabupaten Badung : 3 orang, Kota Denpasar : 3 orang, Kabupaten Gianyar : 2 orang, Kabupaten Klungkung : 3 orang, Kabupaten Bangli : 2 orang, Kabupaten Karangasem : 3 orang, Kabupaten Buleleng : 3 orang Kabupaten Tabanan : 3 orang, Kabupaten Jembrana : 3 orang. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • PPB
  • PPB