Kadiskes Ajak Cegah Stunting Sejak Dini

Beranda Berita Kadiskes Ajak Cegah Stunting Sejak Dini
Putri Suastini Koster Himbau Tetap Waspada pada Stunting

“Mari Cegah Stunting Sejak Dini,” kata Kepala Dinas Kesehatam Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM saat membuka webinar dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanganan Stunting, Rabu, 25 Nopember 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan  Nasional (HKN) ke-56. Dimana pemrakarsanya adalah Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali.

Webinar ini diikuti seluruh Dinas Kesehatan se-Bali,  Puskesmas se-Bali, Kader PKK se-Bali, Kader Posyandu se Bali yang jumlahnya sekitar 500 orang.

Juga  menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster sebagai  keynote speaker. 

Selain itu pula menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya,MPPM serta Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, dengan moderator dr. Sagung.

Lebih lanjut, Putri Suastini Koster selaku keynote speaker menghimbau semua kader PKK serta Kader Posyandu tetap waspada. 

“Kita harus tetap waspada meskipun saat ini di Bali kasus stunting cukup rendah, mari semua bekerjasama cegah stunting”, katanya.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dokter Suarjaya. “Saya akui, kasus stunting di Bali memang rendah. Tapi kita harus selalu waspada pada peningkatan kasus yang terjadi”, katanya.

Untuk mencegah agar stunting tetap rendah, dokter Suarjaya mengungkapkan bahwa ada dua jenis intervensi yang harus dilakukan yaitu intervensi Gizi Spesifik dan intervensi gizi sensitif.

“Untuk intervensi gizi spesifik ini, tenaga kesehatan dibantu Tim Penggerak PKK harus bersatu padu melakukan aktivitas untuk memberikan pelayanan maupun pendampingan kepada masyarakat. Dan ini harus rutin dilakukan. Sedangkan intervensi gizi sensitif adalah adanya kesadaran langsung masyarakat untuk mencegah munculnya stunting”, katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Putu Anom Agustina lebih memfokuskan terkait teknis anggaran yang bisa digunakan untuk mencegah kasus stunting.

“Sebagaimana diketahui, anggaran untuk mencegah munculnya kasus stunting memang sudah disediakan pada anggaran Desa setempat. Dan itu bisa diakses untuk kegiatan pencegahan kasus stunting di Desa masing-masing”, katanya.

Putu Anom Agustina juga memaparkan terkait teknis penyiapan anggaran sampai pada pengambilan anggaran untuk menanggulangi kasus stunting. (Humas dan Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • Ny. Putri Koster
  • cegah stunting