Dinkes Bali Ajak Optimalkan Produktivitas Tenaga Kerja Perempuan dengan GP2SP

Beranda Berita Dinkes Bali Ajak Optimalkan Produktivitas Tenaga Kerja Perempuan dengan GP2SP

Untuk mengoptimalkan Produktivitas Tenaga Kerja Perempuan Produktif, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan Rapat koordinasi yang melibatkan lintas sektor. Kegiatan ini dipandu oleh Sridana dengan menghadirkan 2 Narasumber yaitu Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. A.A.Sagung Mas Dwipayani, M.Kes dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali.

Kegiatan ini berlangsung, Senin 31 Mei 2021 secara Daring dan diikuti oleh Bappeda Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan 9 Kabupaten/Kota serta staf Seksi Keslingkesjaor.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali menegaskan, untuk mengoptimalkan produktivitas tenaga kerja perempuan, maka disiapkan wadah dengan nama Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).

Dalam Kesehatan Gisi dan Olah Raga dijabarkan bahwa ke depannya semua perempuan harus bisa terbebas dari berbagai penyakit yang mengancamnya. Diantaranya tekanan darah tinggi, struck, jantung serta yang lainnya.

GP2SP ini merupakan wadah yang bisa digunakan untuk menjaga serta melindungi para pekerja perempuan dari berbagai ancaman penyakit di atas. Dimana aktivitasnya bisa dilaksanakan secara terorganisir, diantaranya adalah melalui olah raga bersama serta aktivitas lainnya yang menopang kegiatan kesehatan.

“Wadah ini disiapkan untuk menggerakkan semua aktivitas pekerja perempuan dibawah pembinaan Dinas Kesehatan 9 Kabupaten/Kota. Melalui wadah ini kita harapkan semua perempuan di Bali tetap sehat, bisa berproduktivitas dengan baik serta menjadi tumpuan keluarganya masing-masing,”katanya.

Dokter Sagung juga menambahkan, setiap pekerja perempuan mempunyai hak dan kewajiban menjaga kesehatan mereka masing-masing. Sehingga bisa beraktivitas secara baik. Yang terpenting bagi mereka adalah asupan gisi makanan yang dikonsumsi serta bisa mengelola stress dengan baik,”jelasnya.

Di sisi lain, dokter Sagung juga menekankan bahwa betapa pentingnya asupan makanan serta pengelolaan stress yang dilakukan mereka semua. “Semua pekerja perempuan hendaknya bisa mengenali diri masing-masing, terutama ketika hendak mengelola stress yang dihadapi sehari-hari.

Sementara itu dari Dinas Tenaga Kerja ESDM Provinsi Bali lebih menekankan pada aturan yang mendukung kiprah dari Tenaga Kerja Perempuan agar mereka tetap produktif dikemudian hari.

“Dari Tenaga kerja memang ada regulasi yang melindungi kiprah para pekerja perempuan sehingga bisa melaksanakan kewajiban dengan baik,”katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)