Bali Siapkan Logistik Darurat Covid 19

Beranda Berita Bali Siapkan Logistik Darurat Covid 19
dr. Ketut Suarjaya,MPPM : Pastikan Persediaan Masker, Hand Sanitzer dan APD

Menindaklanjuti terbentuknya Satuan Tugas (Satgas)  Covid 19 Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan kesiapan logistik yang dimiliki Provinsi Bali saat ini dengan mengundang semua pedagang besar farmasi yang ada di Bali. 

Rapat tersebut dipimpin dan dibuka  Sekretaris Daerah Provinsi Bali  Dewa Made Indra, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya,MPPM di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Jln Basuki Rahmat No 1 Niti Mandala Renon Denpasar, Senin (16/3).

“Kami mengundang Bapak dan Ibu terkait bantuan logistik yang akan disiapkan saat ini,”kata dr Ketut Suarjaya,MPPM, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Ni Made Metti Utami, SKM,M.Si 

Rapat tersebut dihadiri oleh 21 perusahaan besar Farmasi diantaranya adalah Pedagang Besar Farmasi  (PBF) dan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) yang ada di Provinsi Bali, yaitu: PT Berliando Mitra Abadi, PT Sanidata Indonesia dan PT Rusdi Medika.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dews Made Indra mengharapkan agar seluruh stakeholder terkait mengkoordinasikan terkait situasi saat ini.

“Perkembangan mengenai covid 19 begitu marak di media. Yang positif covid 19 Cuma 1 orang yang dibawa dari luar dan kena di luar datang ke Bali membawa 4 penyakit DM, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru menahun”, katanya. 

Dewa Made Indra juga mengungkapkan, langkah selanjutnya segera melakukan stressing contact untuk dilakukan isolasi dan 23 orang lainnya. “Dan kita bersyukur 23 orang tersebut  hasil labnya negatif”, paparnya.

Langkah selanjutnya dari Satgas jelas Dewa Made Indra adalah memberikan perhatian khusus terhadap harga produk yang berkaitan dengan logistik kasus covid 19.

“Semua alkes tersebut menjadi langka karena kepanikan yang tidak rasional. Kelangkaan akan menambah kepanikan lagi serta menimbulkan masalah lainnya lagi”, jelas Dewa Made Indra.

Untuk mengantisipasi kepanikan tersebut kata Dewa Made Indra, perlu mengundang para stakeholder untuk memohon informasi dan mengetahui gambaran bagaimana kondisi produk2 tersebut di pasaran.

“Salah satu agenda satgas, adalah memastikan semua produk tersebut tetap tersedia stoknya di pasaran.dari gambaran kondisi stok di pasaran akan menentukan arah  kebijakan kedepannya”, ungkap Dewa Made Indra.

Perwakilan sekretaris gakeslab mengatakan, ada bahan baku dari cina, Sedangkan bahan baku dari eropa sulit dikeluarkan ke Indonesia. Khusus untuk hand sanitizer kesulitan botol.

Mendengar hal tersebut, Dewa Made Indra menyimpulkan, kejadian ini terjadi karena pasokan dan bahan baku berkurang dari pabrikan.

Oleh sebab itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali meminta masukan terkait menipisnya pasokan “Kita harus menyiapkan surat pemohonan dari pemerintah Daerah sehingga bisa membantu suplai kelengkapan sarana pelindung tersebut ke Bali agar diprioritaskan. Dan saat ini kemungkinan penimbunan terjadi bukan di distributor tetapi di pembeli”, katanya.

Pada intinya semua pedagang besar farmasi siap mendukung ketersediaan sarana dan prasarana yng dibutuhkan terkait Darurat Covid 19. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)