Dokcil Bantu Promotif Preventif di Sekolah

Beranda Berita Dokcil Bantu Promotif Preventif di Sekolah
Penguatan UKS melalui Dokter Kecil

Kadiskes bali dr. Ketut Suarjaya membuka lomba dokter kecil (dokcil) yang dilaksanakan di Lobby Utama Dinas Kesehatan Provinsi Bali (31 Agustus 2019). Lomba ini diikuti oleh seluruh perwakilan dokcil di Kabupaten/Kota se-Bali. Dokcil merupakan salah salah satu upaya untuk memperkuat usaha promotif dan preventif di sekolah. Dokter kecil ini bagian terpenting dalam pelaksanaan UKS di setiap sekolah. Diharapkan nantinya mengambil peran pendidikan dan pelayanan UKS.

Kadiskes Bali mengapresiasi yang sebesar-besarnya untuk dinkes kabupaten/kota yang sudah ikut membantu program pemerintah dalam hal ini program UKS yang merupakan salah satu kunci utama dalam pembangunan kesehatan yang berfokus promotif dan preventif. “Kepada anak-anakku peserta lomba kami sampaikan selamat mengikuti lomba ini, kalian adalah juaranya dokter kecil di masing-masing sekolah dan menjadi motivator untuk teman-teman serta lingkungan sekolah. Semoga kedepan adik-adik menjadi dokter yang sesungguhnya yang akan menjadikan masyarakat kita lebih sehat”, kata beliau.

Peran Anak Usia Sekolah Mendukung PHBS

Anak usia Sekolah merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial bagi pembangunan. Anak usia sekolah menjadi tunas bangsa yang akan menentukan nasib bangsa di masa depan. Untuk itu maka pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah perlu mendapat perhatian. Baik kelangsungan hidup, kualitas hidup serta perlindungan hidupnya.  Anak-anak yang berkualitas tidak cukup hanya pintar saja tetapi mereka juga harus sehat dan bugar. Untuk itu pemerintah mencanangkan kegiatan Usaha kesehatan sekolah (UKS) melalui trias UKS. Trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat.

Kadiskes bali berharap melalui lomba dokter kecil ini semakin banyak siswa yang terlibat dan memiliki keinginan menjadi dokter kecil. Selain itu, angka ideal yaitu 10% dari jumlah siswa sekolah dasar menjadi dokter kecil dapat tercapai. Sehingga pelaksanaan PHBS di sekolah dapat dilaksanakan dengan optimal. Semakin banyak ada dokter kecil maka informasi kesehatan semakin mudah dan cepat. Beberapa survey menyatakan bahwa sebagian besar masalah kesehatan pada anak-anak sekolah lebih mudah diterima dan dilaksanakan apabila disampaikan oleh teman-teman sebayanya. Jadi dalam setiap lomba dokter kecil pastinya ada 3 aspek utama yang dinilai yaitu knowledge-attitude-practise artinya selain menguasai materi tentang kesehatan maka dokter kecil harus mampu berperilaku bersih dan sehat. Tidak kalah pentingnya bagaimana dalam kesehariannya mereka di sekolah memberikan informasi kepada teman-temannya tentang PHBS.