Posbindu Institusi Tingkatkan Deteksi PTM

Beranda Berita Posbindu Institusi Tingkatkan Deteksi PTM
Pelatihan Posbindu Institusi untuk meningkatkan deteksi  dini, penemuan dan tindak lanjut dini PTM

Posbindu PTM merupakan kegiatan pengendalian faktor resiko PTM melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui Posbindu PTM dilaksanakan pada 3 tatanan yaitu rumah tangga, khusus dan rumah sehat desa. Tatanan khusus meliputi sekolah, tempat kerja/institusi, jemaah haji dan tempat umum. Untuk meningkatkan deteksi dini, penemuan dan tindak lanjut dini PTM di tempat kerja/institusi Diskes Bali mengadakan pelatihan posbindu intitusi. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Puri Ayu 27-30 Agustus 2019. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh pemegang program PTM baik di Dinas Kesehatan Kab/kota ataupun Puskesmas se-bali.

Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya,MPPM membuka pelatihan tersebut. Beliau berharap dengan pelatihan tersebut dapat mendorong upaya kuat dalam meningkatkan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada semua tatanan. Selain itu juga diharapkan dapat mengantarkan semua pihak pada tantangan nyata sekaligus ide untuk dapat melaksanakan berbagai kegiatan dalam deteksi dini PTM. Untuk menjadikan kualitas hidup manusia yang lebih baik dan produktif. Pelatihan ini juga sebagai salah upaya implementasi visi Nangun Sat Kethi Loka Bali sektor kesehatan. Mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. dalam mewujudkan Kesehatan yang berkualitas, untuk tercapainya kesehatan manusia seutuhnya

Penemuan secara dini PTM adalah upaya yang dilakukan agar dapat ditempuh langkah-lankah yang lebih cepat dan tepat dalam penemuan terduga penderita PTM. Dilakukan di setiap jenjang pelayanan kesehatan termasuk pada Posbindu Institusi. Melalui program yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita serta mengoptimalkan pembiayaan kesehatan.

Peningkatan dan Permasalahan Penyakit Tidak Menular

Masalah kesehatan yang dihadapi saat ini menunjukkan terjadi perubahan beban penyakit dari penyakit menular menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM). Pergeseran pola penyakit disebabkan oleh karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan PTM sebagai penyebab kematian terbesar melebihi penyakit menular. Riskesdas 2018 menyebutkan terjadi peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 seperti DM, Kanker, Hipertensi, stroke dan PTM lainnya. Saat ini PTM menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian melebihi kematian akibat Penyakit Menular.

Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang PTM, adanya keengganan masyarakat akan pemeriksaan secara dini dan PTM. PTM yang tidak menampakkan gejala yang spesifik menyebabkan penderita baru mengetahui setelah penyakitnya berat atau pada stadium lanjut. Hal ini sulit disembuhkan dan penderita akan mengalami penderitaan yang belum tertangani dengan semestinya sehingga pasien memiliki kualitas hidup yang tidak baik.

Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan PTM di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. PTM dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti makan sayur dan buah, menghindari rokok, hindari minuman beralkohol, aktifitas fisik yang cukup dan sebagainya. Penerapan Cerdik juga dapat mendorong penurunan PTM di Bali. Cerdik meliputi Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress