Gema Cermat 2019 Provinsi Bali

Beranda Berita Gema Cermat 2019 Provinsi Bali
Wujudkan Pemahaman Masyarakat Bali Dalam Menggunakan Obat

Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memprioritaskan kesehatan dalam mewujudkan masyarakat bali yang sejahtera dan sehat. Untuk mewujudkan masyarakat bali yang sehat salah satunya melalui Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Gema cermat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar. Melalui Gema Cermat, diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai. Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan Pertemuan Sosialisasi & Evaluasi Pelaksanaan Gema Cermat, dan Optimalisasi AOC dalam rangka mendukung Germas di Kabupaten/Kota, Provinsi bertempat di UC silver Batubulan, Gianyar 3-4 Juli 2019.

Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya membuka kegaitan tersebut dan berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini pemberdayaan masyarakat akan terwujud apabila dilaksanakan secara terus menerus dan didukung berbagai pihak mulai dari pemegang kebijakan, praktisi pendidik, organisasi profesi, tenaga kesehatan, kader kesehatan serta pihak lainnya. Kadiskes Bali juga mengapresiasi para Apoteker yang telah bersedia ditunjuk sebagai agen perubahan (Agent of Change) dalam kegiatan Gema Cermat ini. “Peran saudara untuk merubah perilaku masyarakat yang belum tepat dalam swamedikasi sangat penting untuk dilaksanakan. Saya juga mengajak semua peserta pertemuan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Gema Cermat”, Kata Beliau.

Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Obat

Kegiatan ini diikuti sebanyak 165 orang yang terdiri dari 15 AOC (Agent Of Change) dan 150 orang peserta yang terdiri dari ( tenaga kesehatan, kader kesehatan masyarakat dan organisasi profesi seperti IAI, IDI, PPNI, PAFI). Narasumber dari pertemuan ini berasal dari Direktorat Pelayananan Kefarmasian. Tujuan dari kegiatan ini adalah tercapainya kemandirian masyarakat dalam menilai dan memilih informasi yang beredar di masyarakat terkait obat. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya obat sebagai komoditi kesehatan. Selain itu juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar. Serta Mewujudkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat secara benar dan meningkatkan penggunaan obat rasional.

Penggunaan Obat Rasional

Menurut WHO penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis sesuai dengan kebutuhan dan dalam periode waktu yang adekuat. Diperkirakan diseluruh dunia lebih dari 50% obat diresepkan dan digunakan secara tidak tepat, termasuk Indonesia. Dari data riset Kesehatan dasar tahun 2013 ditemukan bahwa 35,2%, rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi dan 27,8% obat yang disimpan tersebut di antaranya adalah antibiotik yang diperoleh tanpa resep dokter. Dari data tersebut terlihat gambaran adanya perilaku yang salah atau tidak rasional dari masyarakat kita terkait swamedikasi. Akibatnya bisa membahayakan masyarakat karena kemungkinan terjadi efek samping obat yang tidak diinginkan serta berdampak pada ancaman meningkatnya resistensi terhadap antibiotika.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2014 telah melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif). Dihadiri oleh 5 Kabupaten/Kota diantaranya Kota Denpasar, Badung, Jembrana, Gianyar dan Klungkung). Sedangkan pada tahun 2016 untuk pelaksanaan sosialisasi Gema Cermat diaksanakan di Kota Denpasar dan dihadiri 100 peserta. Tahun 2017 sudah dilaksanakan sosialisasi Gema Cermat di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Tahun 2018 telah dilaksanakan di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Bangli serta tanggal 3-4 Juli 2019 dilaksanakan di Kabupaten Gianyar.