Upaya Deteksi Kanker Payudara dan Leher Rahim Dinkes Bali Latih Dokter Umum dan Bidan di Daerah

Beranda Berita Upaya Deteksi Kanker Payudara dan Leher Rahim Dinkes Bali Latih Dokter Umum dan Bidan di Daerah

Kesehatan merupakan prioritas dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Bali  yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, , untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. dalam mewujudkan Kesehatan yang berkualitas, untuk tercapainya kesehatan manusia seutuhnya. Kesehatan merupakan komponen utama dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Pembangunan kesehatan pada hakekatnya merupakan bagian yang integral dalam upaya mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit baik menular ataupun tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular yang cenderung meningkat di Bali adalah kanker payudara dan leher rahim (serviks). Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular tersebut. Oleh Sebab itu, Dinkes Bali mengadakan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara Dan Leher Rahim Bagi Dokter Umum Dan Bidan Di Daerah yang bertempat di Hotel Vasini, 25-29 Juni 2019 diikuti oleh Dokter Umum dan Bidan se-Bali

Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM mengapresiasi pelatihan ini dan berharap dapat mendorong upaya kuat dalam meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara Dan Leher Rahim Bagi Dokter Umum Dan Bidan Di Daerah,  dan dapat mengantarkan semua pihak pada tantangan nyata sekaligus ide untuk dapat melaksanakan berbagai kegiatan dalam deteksi dini kanker untuk menjadikan  kualitas hidup manusia yang lebih baik dan produktif.

Masalah kesehatan yang dihadapi saat ini menunjukkan terjadi perubahan beban penyakit dari penyakit menular menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM). Pergeseran pola penyakit disebabkan oleh karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang  menjadikan PTM sebagai penyebab kematian terbesar melebihi penyakit menular.

Riskesdas 2018 menyebutkan prevalensi kanker di provinsi Bali sebanyak 2,3 per mil, kejadian ini meningkat dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 sebesar 2,0 per mil. Jumlah penderita kanker di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya.  Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2018, diperkirakan terdapat 14,1 juta kasus kanker baru yang muncul. Pada tahun yang sama, terdapat 8,2 juta kematian karena kanker. Angka penderita ini diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan mencapai 23,6 juta kasus baru per tahun pada 2030.

Saat ini penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 (dua) di dunia (12 %) setelah penyakit kardiovaskuler dan melebihi jumlah kematian  gabungan akibat HIV/AIDS, TB dan Malaria. Diperkirakan terdapat 7 juta kematian setiap tahun, dan lebih dari 50 % berasal dari negara bekembang (UICC, 2007) dan dalam kurun waktu 20 tahun, angka kematian kanker setiap tahun akan meningkat dari sekitar 6 juta menjadi 10 juta.

Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Sebanyak 43% dari seluruh kasus kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti makan sayur dan buah, menghindari rokok, hindari minuman beralkohol dan sebagainya. Sedangkan 30% dari kasus dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati pada keadaan dini.

Pengendalian kanker di Indonesia bertujuan untuk; Meningkatkan deteksi  dini, penemuan dan tindak lanjut dini kanker; Meningkatkan kualitas hidup penderita kanker  dan Menurunkan angka kematian akibat kanker.

Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kanker, adanya keengganan masyarakat akan pemeriksaan secara dini dan ada rasa takut terhadap penyakit kanker serta penyakit kanker yang tidak menampakkan gejala pada stadium awal menyebabkan penderita kanker baru diketahui pada stadium lanjut sehingga sulit disembuhkan dan penderita akan mengalami penderitaan yang belum tertangani dengan semestinya sehingga pasien memiliki kualitas hidup yang tidak baik.

Penemuan Dini Kanker Payudara Dan Leher Rahim oleh Dokter Umum Dan Bidan Di Daerah” adalah upaya yang dilakukan agar dapat ditempuh langkah-lankah yang lebih cepat dan tepat dalam penemuan terduga  kanker di setiap jenjang pelayanan kesehatan. Melalui program yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien serta mengoptimalkan pembiayaan kesehatan dan meningkatkan kepuasan dalam penatalaksanaan di bidang onkologi.