Perkuat Pelayanan Kesehatan di Posyandu Dinkes Bali Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten Jembrana

Beranda Berita Perkuat Pelayanan Kesehatan di Posyandu Dinkes Bali Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten Jembrana

Sesuai dengan Visi dan Misi Provinsi Bali yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berarti melalui pola pembangunan semesta berencana menuju BALI ERA BARU dengan misi mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil dan berkualitas serta didukung dengan pengembangan sistem dan data based riwayat kesehatan krama Bali berbasis Kecamatan. Salah satu program prioritas pembangunan kesehatan mendukung visi dan misi tersebut adalah peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di : POSKESDES, POLINDES/PUSTU, PUSKESMAS dan RSUD di seluruh Bali termasuk didalamnya peningkatan pelayanan kesehatan melalui Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di Posyandu. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut Dinkes Bali melalui Seksi Promosi Kesehatan mengadakan Pertemuan Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Kab/Kota se-Bali yang dilaksanakan di Kabupaten Jembrana 18 Juni 2019.

Kadiskes Jembrana membuka pertemuan tersebut didampingi oleh Kasie Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Tujuan dari dilaksanakan pertemuan tersebut adalah menyamakan persepsi anggota pokjanal posyandu tentang pengelolaan posyandu di tingkat kabupaten Jembrana dengan harapan diketahuinya Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Posyandu, diketahuinya Hasil Pembinaan Posyandu di Kabupaten Jembrana dan diketahuinya Evaluasi Perkembangan Posyandu di kabupaten Jembrana dalam 5 (lima) tahun terakhir selain itu juga diharapkan dengan adanya posyandu dapat membantu dalam penurunan kematian ibu, bayi dan balita

Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan, telah ditetapkan arah kebijakan pembangunan kesehatan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015 – 2019 bidang kesehatan yang dititikberatkan pada pendekatan preventif dan promotif serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).

Upaya pengembangan kualitas sumberdaya manusia dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata, apabila sistem pelayanan kesehatan yang bersumberdaya masyarakat seperti Posyandu dapat dilakukan secara efektif dan dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan layanan kesehatan anak, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas.

Dalam memantapkan upaya revitalisasi posyandu memerlukan peran serta pemerintah daerah dan lintas sektor sampai di tingkat desa dan kelurahan. Sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 43 tahun 2014 dijelaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu jenis Lembaga Kemasyarakatan  yang dibentuk atas prakarsa pemerintah desa /kelurahan dan masyarakat. Adapun tugas dari lembaga kemasyarakatan adalah melakukan pemberdayaan masyarakat, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dan meningkatkan  pelayanan masyarakat.

Keberadaan posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak. Peran dan dukungan pemerintah kepada Posyandu melalui Puskesmas sangat penting untuk memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan di Posyandu. Untuk itu maka perlu dilakukan Pertemuan Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten/Kota yang dilaksanakan di 2 (dua) kabupaten lokus GERMAS tahun 2019 yaitu Buleleng dan Jembrana, sebagai wadah melakukan evaluasi dan penggalangan komitmen peserta pokjanal posyandu di daerah.

Pertemuan Posyandu di Kabupaten Jembrana selain mengundang puskesmas, pemegang program kesmas dan PTM di Dinas Kesehatan juga turut mengundang lintas sektor yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat seperti Bappeda, TP PKK, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dan Dinas PMD